Jembatan kaca yang menyambung Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati dengan Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh telah diresmikan, pada Jumat 11/11/2022 (kemarin). Sesuai rencana, Sabtu (12/11) jembatan mulai bisa dimanfaatkan oleh pengunjung.

Hal itu diungkapkan oleh owner jembatan kaca, Dewa Sukrawan. “Untuk wisatawan Asia dan domestik. Kuota sekali jalan hanya 500 orang sekali jalan,” ujar dia. Nanti jika wisatawan ramai, wajib menunggu. Usaha jembatan kaca itu menyerap tenaga lokal. Sesuai kesepakatan 60 persen lokal semua. Sudah terserap 45 murni dari Blangsinga dan Tegenungan. “Mudah-mudahan dengan G20 ini menunjang wahana baru yang ada di Bali. Mudah-mudahan semua bisa membantu usaha dan wisata di Bali,” pintanya.

Dia berharap delegasi G20 bisa mampir ke jembatan kaca. Nantinya pihaknya akan mengembangkan swing, perosotan dan lainnya. “Kami mendukung upaya pemerintah menaikkan destinasi pariwisata,” jelasnya.
Jembatan dikerjakan hampir dua tahun karena terbentur pandemi. Mengenai tiket ada tiga variasi. Khusus lokal Rp 100 ribu, domestik Rp 150 ribu dan asing Rp 200 ribu. “Siapapun boleh masuk, bayi kakek boleh, sepanjang berani,” tutupnya. (K.yess/gumikbali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *