LPD Desa Adat Kerobokan di kecamatan Kuta Utara Badung mampu memberikan kontribusi nyata ke Desa Adat lewat dana pembangunan sebesar 20 persen dari laba LPD. Pemucuk LPD Desa Adat Kerobokan, I ketut Sender, SE., M.M pada Jumat, 03/3/3/2023 di kantor LPD Kerobokan, menyatakan di luar dana pembangunan, sudah banyak peranan LPD kepada desa adat. Pada 2021, LPD memberikan sembako bagi 6.000 KK se-desa adat Kerobokan senilai Rp 1,8 miliar diserahkan ke masing-masing Banjar.

“LPD terus menjadi sponsor utama ketika ada kegiatan di adat,” ujarnya. Dikatakan peranan LPD memberikan pelayanan dengan memberikan dana piodalan tiap Banjar. “Nilai Rp 1 juta per Banjar, tiap enam bulan,” jelas dia. Pihaknya mengapresiasi ke desa adat. Nantinya desa adat menyebarkan dana ke Banjar. “Semua back up dari LPD. Karya besar Rp 7 miliar semua dari LPD. Krama tidak kena lagi,” jelasnya.

Selain memberi STT tiap tahun, pihaknya juga memberikan Punia ke kahyangan di desa. “Selain itu, ada yang buat renovasi, ajukan proposal, lain lagi kami berikan,” ungkapnya. Dana itu diambil dari penyisihan laba LPD. Dikatakan, mengenai tutup buku 2022, berjalan luar biasa. Itu berkat hubungan harmonisasi antara LPD dengan Kelian adat dan tokoh masyarakat setempat. “Kami promosi. Otomatis mereka yang sampaikan ke Krama. Justru uang nambah terus. Karena tiap Banjar, wajib tempatkan dana di LPD. Bahkan STT juga wajib. Banjar saja tempatkan dana mencapai Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Secara umum, perkembangan LPD pada 2022, mampu mencapai rencana kerja. Dengan situasi masih pandemi, semua target tercapai. Lalu, pada 2023, kredit akan terus digenjot. “Kami serang pasar, kalau mau pinjam silahkan pinjam,” ungkapnya. Selanjutnya, target 2023, jelas rencana kerja lebih tinggi. “Dengan kebersamaan antar pegawai LPD, kami yakin bisa menembus target,” ujarnya.

Semua komponen, meski staf, bahkan sampai cleaning service, diminta ikut meningkatkan kredit.
“Kami sasar kredit menengah ke bawah. Untuk mengurangi risiko,” ujarnya. Yang ditekan saat ini, adalah NPL. Karena aktiva banyak. “Astungkare aktiva bisa kami jual,” ungkapnya. Mengenai tata kelola, pihaknya sudah berbenah. Bersama ARMS, pihaknya lebih tenang menjalankan LPD. Bahkan berinovasi menurunkan tingkat suku bunga. “Justru menggeliat. Nilai lebih besar,” ujarnya.

Mengenai penurunan suku bunga, pihaknya membuat strategi dengan memberikan cash back bagi peminjam Rp 1 miliar. “Bunga turun, justru deposito terus naik. Dana terus masuk. Manfaat luar biasa dari PT ARMS,” ujarnya. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Krama. Bahkan, saat HUT dan gebyar mengundang seluruh Krama. “Karena kepercayaan mereka, kalau gebyar hadiahnya satu unit mobil,” terangnya.

Dari segi aset LPD Kerobokan masuk LPD terbaik nomor 2 di Badung, dari 122 LPD. Sedangkan laba LPD kerobokan masuk 5 besar LPD di Badung. Di Bali, LPD Kerobokan 10 besar dari 1.436 LPD. Ini merupakan kebanggaan. Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Putu Sutarja, SH., MH yang juga selaku ketua badan pengawas LPD Kerobokan mengapresiasi peranan LPD dan kinerja positif dari LPD. Pihaknya mengajak Krama terus mendukung keberadaan LPD Kerobokan. (K.yes/gumikbali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *