Selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangli, I Wayan Diar yang juga Wakil Bupati Bangli, mengukuhkan relawan donor darah sukarela Desa Tiga Susut, yang dipusatkan di Balai Banjar Desa Tiga pada Rabu lalu (1 Juni 2022), dihadiri Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika selaku Ketua Dewan Kehormatan, Dewan Kehormatan PMI Kab. Bangli I Kadek Budirtawan, Camat Susut I Dewa Putu Aprianta, Perbekel Desa Tiga I Putu Merta, Perbekel Desa Sulahan dan Penglumbaran, Bendes Adat, dan Kelian Banjar se- Desa Tiga.

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar mengapresiasi warga “ini menjadi titik awal yang baik sebagai inspirasi, contoh dan motivasi bagi desa-desa lain untuk Bersama-sama siap membantu sesama”, katanya. Selaku Ketua PMI Bangli, Wayan Diar juga memberikan apresiasi pada pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh masyarakat atas kepercayaan yang diberikan, dimana dalam melaksanakan visi dan misi, PMI diberi kesempatan untuk tetap hadir membantu masyarakat dalam menangani tugas-tugas kemanusiaan sebagai organisasi kemanusiaan.

“PMI adalah salah satu aset bangsa yang perlu dijaga dan dikelola secara profesional, amanah, netral, dan mandiri”, lanjut Wayan Diar. Dimana “PMI terus dituntut untuk berada digaris terdepan dibidang penanganan bencana, pengelolaan darah dan ikut serta dalam menangani tugas kemanusiaan lainnya, Karena PMI adalah mitra strategis pemerintah dan menjadi mitra yang paling bermanfaat bagi lembaga lainnnya”, ujarnya.

Menyinggung Bulan Bung Karno, Wabup Wayan Diar berharap “sebagai generasi muda ditengah perkembangan globalisasi teknologi yang kian melaju pesat untuk selalu mengenang dan melanjutkan perjuangan kemerdekan ini dengan berkarya dan berbuat positif demi kemajuan Bangsa dan Negara” harapnya.
Selanjutnya, ”sebagai pewaris kemerdekaan yang bermartabat, dengan mengimplementasikan ajaran Tri Sakti Bung Karno: Berdaulat Secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian Dalam Kebudayaan untuk mewujudkan keharmonisan alam, manusia dan kebudayaan dalam menyongsong Bangli Era Baru” jelasnya lagi.

Pada kesempatan itu, Perbekel Desa Tiga, I Putu Merta selaku pelindung kegiatan mengatakan, “dilatarbelakangi banyak warganya yang memerlukan darah saat mencari pendonor sangat sulit, dan ingin meringankan beban masyarakat yang memerlukan”, katanya. Dirinya langsung berkoordinasi dengan para Kelian, tokoh masyarakat dan Bendesa se Desa Tiga untuk kegiatan kemanusiaan ini, dengan membentuk relawan sekarela donor darah. “Ternyata disambut baik dan didukung penuh“, ujarnya, bahkan, “tahap awal sudah 50 orang yang menjadi relawan, malahan banyak yang telepon setelah pengukuhan mau menjadi pendonor” tuturnya.
dan selanjutnya “mudah-mudah dengan dikukuhkannya relawan donor ini, ada wadah khusus bagi masyarakat pendonor dan masyarakat yang membutuhkan, sehingga ada manfaat dan hikmah positif yang dapat dipetik oleh masyarakat Tiga, ” tutupnya. (D.Wijaya/Gumikbali.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *