Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2022 yang tumbuh 5,44 persen secara tahunan (year on year/yoy). “Kalau kita bandingkan dengan sebelumnya, ini merupakan kenaikan dan kondisi aman,” ucap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Mohammad Edy Mahmud, saat berbincang dengan Pro 3 RRI, Minggu 7/8/2022 (kemarin)
Menurut dia, faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga yang meningkat.
“Ekspor yang bagus itu memberi berkah juga. Harga komoditas jadi meningkat dan ini pada gilirannya meningkatkan skala produksi,” katanya.
Selain itu, pada triwulan kedua ini penanganan Covid-19 berjalan dengan baik. Masyarakat diperbolehkan mudik dan pegawai juga bisa mendapatkan THR. “Mobilitas yang nyaman meningkatkan konsumsi rumah tangga,” ujarnya. Menurut data BPS, pada kuartal II-2022 PDB (produk domestik bruto) Indonesia tumbuh 3,72 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq).
Jadi meski pada kuartal I-2022 terjadi kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar -0,95 persen, tetapi hal ini tidak berlanjut pada kuartal II-2022. Sementara dibandingkan kuartal II-2022 (year-on-year/yoy), pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,44 persen ini lebih baik daripada kuartal I-2022 yang sebesar 5,01 persen. (sumber: rri.co.id)
