{"id":4952,"date":"2026-10-03T10:00:02","date_gmt":"2026-10-03T10:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/gumikbali.co.id\/?p=4952"},"modified":"2026-10-03T10:00:03","modified_gmt":"2026-10-03T10:00:03","slug":"mengapa-harus-menolak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/","title":{"rendered":"Mengapa Harus Menolak?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catatan: D.Wijaya<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Idealisme yang sarat kepentingan akan menemukan ujian sebenarnya ketika pindah posisi yang sebelumnya diluar, kemudian berada bersama di dalam kekuasaan. \u00a0<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada sebuah dialog pendek yang belakangan menarik perhatian. Seorang wartawan bertanya kepada Rocky Gerung mengenai kesediaannya menerima jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pertanyaannya sebenarnya cukup wajar: mengapa seseorang yang selama ini dikenal berada di luar lingkaran kekuasaan, bahkan kerap menyampaikan pandangan kritis terhadap pemerintah, akhirnya bersedia masuk ke dalam lembaga yang berada dekat dengan Presiden? Namun Rocky tidak menjawab dengan penjelasan panjang. Ia justru bertanya balik, <em>\u201cAlasan Gue menolak apa?\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan balik itu menjadi menarik justru karena latar belakangnya. Rocky selama ini dikenal publik sebagai figur yang kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Karena itu, ketika ia menerima tawaran menjadi anggota Wantimpres dan kemudian dilantik oleh Presiden Prabowo, perubahan posisi tersebut dengan mudah dipahami sebagai sesuatu yang kontradiktif. Dari luar ia berbicara kepada kekuasaan; kini ia berada di dalam struktur yang memberikan pertimbangan kepada kekuasaan. Wajar jika kemudian publik bertanya: apakah seseorang yang selama ini kritis masih dapat mempertahankan sikapnya setelah berada di dalam?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Justru di situlah kita perlu berhenti sejenak sebelum memberikan penilaian. Berada di luar dan didalam kekuasaan memang dua posisi yang berbeda. Tetapi perubahan posisi tidak selalu berarti perubahan nilai, apalagi perubahan cara berpikir. Seseorang dapat berpindah tempat tanpa harus berpindah prinsip. Yang berubah adalah ruang tempat ia menjalankan perannya; yang seharusnya tetap diuji adalah nilai dan tanggung jawab yang dibawanya ke dalam ruang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rocky sendiri menjelaskan bahwa Wantimpres memiliki fungsi untuk bersikap kritis terhadap kebijakan, bukan sekadar melakukan kritik kepada pemerintah. Menurutnya, anggota Wantimpres perlu melihat dampak dan arah kebijakan, kemudian memberikan pertimbangan kepada Presiden dari perspektif etis. Ia juga menggambarkan dirinya hanya berpindah \u201cdari luar ke dalam\u201d, sementara sikap dan pandangannya tetap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah pertanyaan <em>\u201cApa alasan saya untuk menolaknya?\u201d<\/em> menjadi lebih menarik daripada sekadar jawaban spontan. Ia dapat dibaca sebagai pertanyaan tentang kesempatan untuk mengambil bagian. Jika selama ini seseorang menyampaikan kritik dari luar, apakah ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertimbangan langsung kepada pengambil keputusan ia harus otomatis menolaknya hanya karena sebelumnya berada di posisi yang berbeda? Sebaliknya, apakah menerima jabatan otomatis berarti seseorang harus meninggalkan sikap kritisnya? &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kehidupan, kita sering mengira bahwa konsistensi berarti selalu berada di posisi yang sama. Seolah-olah seseorang baru dapat disebut konsisten apabila ia terus mengatakan hal yang sama, berdiri di tempat yang sama, dan berhadapan dengan orang yang sama. Padahal konsistensi yang lebih dalam bukanlah kesetiaan kepada posisi, melainkan kesetiaan kepada nilai. Seseorang dapat berpindah tempat, berganti peran, bahkan bekerja bersama orang yang dahulu sering dikritiknya, tanpa harus kehilangan prinsip yang menjadi dasar pikirannya. Justru ketika posisi berubah, konsistensi itu mendapatkan ujian yang sesungguhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab mudah untuk menjadi kritis ketika berada di luar. Kita dapat melihat kekuasaan dari kejauhan, menunjukkan kekurangannya, mempertanyakan kebijakannya, dan menawarkan gagasan alternatif. Tetapi ketika berada lebih dekat dengan pusat pengambilan keputusan, persoalannya menjadi lebih rumit. Mulai melihat keterbatasan informasi, berbagai kepentingan yang saling bertemu, konsekuensi dari sebuah keputusan, dan kenyataan bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan hanya dengan gagasan yang terdengar baik. Karena itu, masuk ke dalam sebuah sistem tidak selalu berarti menyerah kepada sistem. Dalam keadaan tertentu, ia justru dapat menjadi kesempatan untuk memahami sistem dengan lebih dekat dan menguji gagasan secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi di sisi lain, berada di dalam kekuasaan juga membawa risiko yang tidak kecil. Kedekatan dengan kekuasaan dapat membuat seseorang kehilangan jarak kritis. Kenyamanan jabatan, hubungan personal, kepentingan kelembagaan, atau keinginan untuk tetap diterima dapat perlahan-lahan mengubah cara seseorang melihat persoalan. Karena itu, tantangan terbesar bagi seseorang yang berpindah tempat bukan sekadar mempertahankan sikap kritisnya, kata-kata yang pernah diucapkannya, melainkan mempertahankan keberanian untuk mengatakan apa yang memang perlu dikatakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di titik ini saya melihat makna yang lebih luas dari dialog tersebut. Pertanyaan pentingnya adalah: ketika seseorang berpindah posisi, apakah ia masih mampu membawa nilai yang selama ini ia perjuangkan? Jawabannya tentu tidak dapat diberikan hanya melalui sebuah wawancara. Ia baru dapat dilihat melalui sikap, pertimbangan, dan keputusan yang akan diambilnya setelah menjalankan peran tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita bawa situasi itu pada kehidupan kita. Ada masa ketika kita berada di luar sebuah persoalan dan mudah melihat kesalahannya. Ada masa ketika kita justru diminta masuk dan ikut bertanggung jawab memperbaikinya. Pada saat seperti itu, kita dihadapkan pada pilihan: tetap berada di luar dengan segala kebebasan untuk mengkritik, atau masuk ke dalam dengan konsekuensi harus ikut memikul tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Catatan: D.Wijaya Idealisme yang sarat kepentingan akan menemukan ujian sebenarnya ketika pindah posisi yang sebelumnya diluar, kemudian berada bersama di dalam kekuasaan. \u00a0 Ada sebuah dialog pendek yang belakangan menarik perhatian. Seorang wartawan bertanya kepada Rocky Gerung mengenai kesediaannya menerima jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pertanyaannya sebenarnya cukup wajar: mengapa seseorang yang selama ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4953,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47,42],"tags":[],"class_list":["post-4952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-catatan","category-politik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa Harus Menolak? - GUMIK BALI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Harus Menolak? - GUMIK BALI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Catatan: D.Wijaya Idealisme yang sarat kepentingan akan menemukan ujian sebenarnya ketika pindah posisi yang sebelumnya diluar, kemudian berada bersama di dalam kekuasaan. \u00a0 Ada sebuah dialog pendek yang belakangan menarik perhatian. Seorang wartawan bertanya kepada Rocky Gerung mengenai kesediaannya menerima jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pertanyaannya sebenarnya cukup wajar: mengapa seseorang yang selama ini [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"GUMIK BALI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-03T10:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-03T10:00:03+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/gumikbali.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/policik.webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Gumik Bali\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/\",\"name\":\"GUMIK BALI\",\"description\":\"Gerakan Usaha Mikro Kecil\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/policik.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/policik.webp\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/\",\"name\":\"Mengapa Harus Menolak? - GUMIK BALI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-10-03T10:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-03T10:00:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/#\/schema\/person\/b25416e02b48c60e861166b2870f0f70\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa Harus Menolak?\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/#\/schema\/person\/b25416e02b48c60e861166b2870f0f70\",\"name\":\"Gumik Bali\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ec2b69d8314de95572cbe1e96987b1a17db9ba3ba7882249f80b3b90b412ec3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ec2b69d8314de95572cbe1e96987b1a17db9ba3ba7882249f80b3b90b412ec3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Gumik Bali\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/gumikbali.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/author\/gumikbali2025\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Harus Menolak? - GUMIK BALI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengapa Harus Menolak? - GUMIK BALI","og_description":"Catatan: D.Wijaya Idealisme yang sarat kepentingan akan menemukan ujian sebenarnya ketika pindah posisi yang sebelumnya diluar, kemudian berada bersama di dalam kekuasaan. \u00a0 Ada sebuah dialog pendek yang belakangan menarik perhatian. Seorang wartawan bertanya kepada Rocky Gerung mengenai kesediaannya menerima jabatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pertanyaannya sebenarnya cukup wajar: mengapa seseorang yang selama ini [&hellip;]","og_url":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/","og_site_name":"GUMIK BALI","article_published_time":"2026-10-03T10:00:02+00:00","article_modified_time":"2026-10-03T10:00:03+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/gumikbali.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/policik.webp","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Gumik Bali","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/#website","url":"https:\/\/gumikbali.co.id\/","name":"GUMIK BALI","description":"Gerakan Usaha Mikro Kecil","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gumikbali.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#primaryimage","url":"https:\/\/gumikbali.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/policik.webp","contentUrl":"https:\/\/gumikbali.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/policik.webp","width":1280,"height":720},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#webpage","url":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/","name":"Mengapa Harus Menolak? - GUMIK BALI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-10-03T10:00:02+00:00","dateModified":"2026-10-03T10:00:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/#\/schema\/person\/b25416e02b48c60e861166b2870f0f70"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/2026\/10\/03\/mengapa-harus-menolak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gumikbali.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa Harus Menolak?"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/#\/schema\/person\/b25416e02b48c60e861166b2870f0f70","name":"Gumik Bali","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/gumikbali.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ec2b69d8314de95572cbe1e96987b1a17db9ba3ba7882249f80b3b90b412ec3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ec2b69d8314de95572cbe1e96987b1a17db9ba3ba7882249f80b3b90b412ec3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Gumik Bali"},"sameAs":["https:\/\/gumikbali.co.id"],"url":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/author\/gumikbali2025\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4952"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4954,"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4952\/revisions\/4954"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gumikbali.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}