DENPASAR – Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kota Denpasar menunjukkan perannya tidak hanya terbatas pada aktivitas keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan yang peduli terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dalam aksi bersih pantai yang digelar Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Perbarindo Kota Denpasar di Pantai Padang Galak, Minggu (8/3).

Kegiatan sosial ini diikuti ratusan karyawan dari berbagai BPR anggota Perbarindo Denpasar. Turut hadir Ketua Bidang Organisasi DPK Perbarindo Kota Denpasar I Gusti Ngurah Budiawan (Dirut BPR Sadana), Pengawas DPK Perbarindo Kota Denpasar Cokorde Mahadewa (Dirut BPR Padma), serta jajaran pengurus lainnya.

Ketua DPK Perbarindo Kota Denpasar I Ketut Pilartha menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen BPR sebagai lembaga keuangan yang tumbuh bersama masyarakat. BPR, kata dia, tidak hanya berperan dalam menggerakkan ekonomi rakyat, tetapi juga ikut menjaga lingkungan yang menjadi ruang hidup masyarakat.

Ketua Panitia kegiatan Ni Made Dwi Aryawati menjelaskan bahwa aksi bersih pantai ini memiliki beberapa tujuan strategis. Selain mendukung program pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun BPR Nasional yang diperingati pada bulan Mei mendatang.

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebersihan kawasan pantai menjelang upacara Melasti dalam rangka Hari Suci Nyepi,” ujar Aryawati yang juga Direktur Utama PT BPR Shri Gangga Bali.

Lebih dari sekadar aksi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat solidaritas antar BPR di Kota Denpasar. Meski dalam praktik bisnis masing-masing BPR memiliki strategi dan pangsa pasar yang berbeda, semangat kebersamaan tetap dijaga.

“Di bisnis kita memang ada persaingan, tetapi persaingan yang sehat tetap penting. Melalui kegiatan seperti ini kita membangun rasa kekeluargaan dan saling mengenal antar pengelola BPR,” jelasnya.

Melalui aksi bersih pantai ini, Perbarindo Denpasar ingin menegaskan bahwa BPR sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan tidak hanya hadir dalam aktivitas pembiayaan masyarakat, tetapi juga dalam upaya menjaga lingkungan dan keberlanjutan kehidupan sosial di Bali.(D.Wijaya/Gumikbali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *