Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali. Acara ini merupakan sinergi antara Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).
Target kolaborasi dan sinergi tersebut adalah mengembangkan UMKM daerah dari mulai perajin di bidang kriya, wastra, dan penyandang disabilitas, agar terhubung ke dalam ekosistem bisnis dari hulu ke hilir. Di mana LPDB-KUMKM akan turut menjadi pilar program ini dengan penguatan ekosistem bisnis kriya melalui koperasi. “Untuk mewujudkan itu, kita harus bersinergi. Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” tandas Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo dalam keterangan, Jumat (9/9/2022).
Supomo mengatakan LPDB-KUMKM akan terus melakukan perkuatan permodalan kepada koperasi-koperasi yang juga mengayomi subsektor kriya di Bali. Upaya ini sebagai bagian dari dukungan LPDB-KUMKM terhadap program pemulihan perekonomian Bali yang dilakukan oleh pemerintah. Dukungan ini diimplementasikan melalui penyaluran dana bergulir kepada koperasi. Terbaru, lima koperasi di Bali mendapatkan pinjaman dana bergulir dari LPDB-KUMKM.
Koperasi penerima pinjaman dana bergulir yaitu, KSP Sari Sedana Luwih yang mendapatkan dana bergulir sebesar Rp3 miliar, Koperasi Konsumen Lumbung Merta Sari (Rp3 miliar), KSP Puskop Jagadhita Kabupaten Badung (Rp4,9 miliar), KSP Sari Sedana Bali (Rp4,950 miliar), dan KSP Werdhi Mekar Sari Sedana (Rp4 miliar). Dana bergulir yang disalurkan melalui koperasi di Bali, akan memberikan manfaat ekonomi bagi para anggota koperasi yang merupakan pelaku UMKM di Bali yang terdiri dari sektor kuliner, fashuon, kriya, sampai jasa pariwisata. “Hal ini seiring dengan pertumbuhan perekonomian Bali yang sudah mulai pulih,” ucap Supomo. (Sumber: rri.co.id)
