Oleh : D.Wijaya
Fisikawan ternama kelahiran Jerman, Albert Einstein percaya “Ada dua cara untuk menjalani hidup Anda. Salah satunya adalah seolah-olah tidak ada keajaiban. Yang lainnya seolah-olah semuanya adalah keajaiban.” katanya. Albert Einstein lahir pada 14/3/1879, meninggal 18/4/1955. Pada zaman itu, Einstein sudah punya pemikiran yang brilian. Teorinya yang terkenal “relativitas” telah berkonstribusi penting pada pengembangan teori mekanika kuantum. Relativitas dan mekanika kuantum adalah dua pilar fisika modern. Teori kesetaraan, masa-energi E = mc2 berpengaruh terhadap ilmu pengetahuan yang lain, filsafat ilmu dan kehidupan umat manusia.
Hidup Adalah Keajaiban
Hidup kita sendiri adalah keajaiban. Hari ini, detik ini juga adalah keajaiban. Mari kita cermati bersama, saat kita membaca catatan ini, sadarkah ada nafas keluar masuk hidung organ tubuh kita, jantung berdetak yang tidak selalu kita sadar, pantau dan bahkan kita tidak tahu berapa kali paru-paru kita kembang-kempis, bukankah ini keajaiban. Detik ini juga kita semua sedang “mengendarai” kendaraan yang bernama Bumi bersama tata surya lainnya dan sedang berputar mengelilingi Matahari. Siapa yang melakukan itu semua, ini juga keajaiban bukan?. Sangat banyak keajaiban-keajaiban lain yang kita alami di dunia ini, sayang kita tidak menyadari atau tidak peduli itu semua.
Dari keajaiban-keajaiban yang dialami saat ini, semua dari kita diminta bertanggung jawab kepadanya. Setiap orang diminta mengambil keputusan yang terbaik atas pertimbangan masing-masing disetiap waktu yang dilewati. Tanggung jawab itu adalah kesadaran seseorang dan menjadi kewajibannya untuk menanggung segala sesuatu atas apa yang dipilih dan diperbuatnya. Tetapi kenapa ada orang yang lari dari tanggungjawabnya.
Orang lari dari tanggungjawab dikarenakan ada ego yang tidak bisa dikendalikannya. Selain ego, menjalani hidup yang tidak berharap menjadi sempurna, tidak menganggap diri tahu segalanya adalah sumber-sumber kebahagiaan. Pula tidak membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, selalu focus pada hal-hal yang positif, selalu mencari nilai-nilai terbaik dalam hidup dan mengurangi berbicara negative tentang diri sendiri dan masalah orang lain. Hal-hal inilah edialnya diupayakan setiap orang untuk menuju pada hidup yang membahagiakan.
Prinsip hidup Stoa kuno juga dapat dicoba untuk melengkapi upaya diatas. Munculkan keyakinan bahwa kita tidak bereaksi terhadap peristiwa, tetapi bereaksi terhadap penilaian kita tentang segala sesuatu, dan penilaian tersebut bergantung pada diri kita sendiri. Karenanya hati-hati memberikan penilaian terhadap apapun yang ada diluar kita. Kita tidak perlu khawatir tentang hal-hal di luar kendali kita. Dalam hidup hanya ada dua hal, pertama adalah suatu hal yang ada dalam kendali kita, hal ini sepenuhnya tergantung pada diri kita. Kedua adalah sesuatu hal yang tidak bisa kita kendalikan, yaitu segala sesuatu yang berasal dari luar diri kita, terhadap hal ini kita tidak bisa turut campur.
