Jro Bendesa Adat Batuyang, Guru Made Sukarta, mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap peran Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat. Meskipun baru satu tahun menjabat sebagai Bendesa Adat, ia merasa bangga dengan kontribusi besar yang telah diberikan oleh LPD kepada desa adat dan krama desa.
“LPD memiliki manfaat luar biasa bagi desa adat dan krama desa. Salah satu program unggulannya adalah Kredit Usaha Krama (KUK) yang memberikan akses modal hingga Rp 5 miliar bagi masyarakat,” ujar Guru Made Sukarta saat ditemui Newsyess di Desa Batuyang, Gianyar.
Peran LPD sebagai Sumber Ekonomi Desa Adat
LPD tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam bagi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa adat. Skema kredit yang ditawarkan LPD mirip dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diterapkan oleh perbankan umum, namun dengan prosedur yang lebih fleksibel dan suku bunga lebih rendah, berkisar 0,7% hingga 0,8%.
“Banyak krama desa yang telah memanfaatkan LPD untuk berbagai keperluan, mulai dari membangun rumah, biaya pendidikan anak, hingga pengembangan usaha,” jelas Jro Bendesa.
Menurutnya, dana yang beredar di LPD cukup besar, dengan aset mencapai Rp 100 miliar. Namun, masih ada dana mengendap yang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, ia mendorong masyarakat agar lebih aktif menggunakan layanan LPD daripada mencari pinjaman dari luar desa.
“Saat ini masih ada sekitar Rp 40 miliar dana yang mengendap. Ini menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat mulai membaik, namun di sisi lain, masih ada masyarakat yang belum memanfaatkan fasilitas kredit yang ada. Kami terus mendorong agar dana ini bisa lebih produktif,” katanya. (newsyess.com)
