Dalam rangka menyambut Hari Koperasi (HARKOP) ke-79 Tahun 2026, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Gianyar menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta Uji Kompetensi Kepala Bagian Pinjaman Koperasi yang diikuti oleh 22 peserta dari berbagai koperasi di Kabupaten Gianyar.
Ketua Dekopinda Kabupaten Gianyar, Drs. I Ketut Lamun, saat ditemui Newsyess.com di Kantor Dekopinda Gianyar, Rabu (24/6/2026), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HARKOP yang tahun ini dipusatkan di Kecamatan Tampaksiring.
Menurutnya, peringatan Hari Koperasi di Gianyar sebenarnya telah dimulai sejak awal Juni dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. “Rangkaian HARKOP sudah dimulai dengan persembahyangan bersama di Pura Pusering Jagat. Kemudian pada 13 Juni kami melaksanakan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan sembako kepada 10 warga penyandang disabilitas yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Tampaksiring,” ujar Lamun.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut menyasar warga di Desa Manukaya, Basangambu, Banjar Penaka, Sanding, Pejeng, dan wilayah lainnya di Kecamatan Tampaksiring.
Tingkatkan Kompetensi Pengelola Pinjaman Koperasi
Lamun menegaskan bahwa pelaksanaan Diklat dan Uji Kompetensi Kepala Bagian Pinjaman bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) koperasi, khususnya di bidang pengelolaan pinjaman dan kredit. “Kegiatan ini bertujuan agar para pengelola pinjaman koperasi semakin memahami tata kelola kredit yang baik, mampu menyusun standar operasional prosedur (SOP), serta bekerja sesuai aturan yang berlaku. Saat ini acuan kita adalah Permenkop Nomor 8, sehingga kompetensi SDM menjadi sangat penting,” jelasnya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni 22 hingga 24 Juni 2026. Dua hari pertama diisi dengan materi pendidikan dan pelatihan, sementara hari terakhir dilaksanakan uji kompetensi. “Peserta yang mengikuti uji kompetensi kali ini sebanyak 22 orang. Memang jumlahnya belum terlalu banyak karena pelaksanaannya cukup mendadak dan berdekatan dengan hari raya. Namun antusiasme koperasi cukup baik,” katanya.
Jadi Motivasi bagi Koperasi Lain
Ketua Dekopinda Gianyar berharap para peserta yang dinyatakan kompeten nantinya dapat menjadi agen perubahan di koperasi masing-masing dan mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan kerja maupun koperasi lainnya.
“Harapan kami setelah mereka kompeten, mereka bisa menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada koperasi di sekitarnya. Ini juga menjadi motivasi bagi teman-teman lain untuk mengikuti diklat dan uji kompetensi berikutnya,” ungkapnya.
Menurut Lamun, di tengah persaingan sektor jasa keuangan yang semakin ketat, koperasi tidak bisa hanya mengandalkan modal semata. Dibutuhkan SDM yang profesional dan memiliki kompetensi yang memadai.
“Dengan persaingan jasa keuangan yang semakin keras, koperasi harus memiliki sumber daya manusia yang andal. Kalau tidak dibarengi peningkatan SDM, saya pesimis koperasi akan mampu bersaing,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa setelah sebelumnya dilakukan uji kompetensi bagi pengurus, pengawas, dan manajer koperasi, kini fokus diarahkan kepada kepala bagian pinjaman. Ke depan, program serupa akan menyasar kepala bagian dana dan akuntansi.
Partisipasi Koperasi Terus Meningkat
Lamun juga mengapresiasi meningkatnya partisipasi koperasi dalam berbagai kegiatan Dekopinda Gianyar. Jika beberapa tahun lalu hanya segelintir koperasi yang aktif mengikuti kegiatan HARKOP, kini jumlahnya meningkat signifikan.
“Kalau dulu yang aktif mengikuti kegiatan Hari Koperasi mungkin hanya lima koperasi. Tahun lalu yang berpartisipasi sekitar 300 koperasi, dan tahun ini meningkat menjadi sekitar 350 koperasi. Ini perkembangan yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan partisipasi tersebut tidak terlepas dari semakin baiknya komunikasi dan penyebaran informasi melalui media digital serta terbentuknya forum koperasi di masing-masing kecamatan. “Dekopinda Gianyar telah membentuk forum koperasi di setiap kecamatan. Ketua forum inilah yang membantu menyebarluaskan informasi sehingga koperasi yang berada di daerah pelosok pun kini aktif berpartisipasi,” katanya.
Dekopinda Miliki Kantor Mandiri
Lamun juga mengungkapkan bahwa meningkatnya aktivitas organisasi turut didukung oleh keberadaan kantor Dekopinda Gianyar yang kini telah berdiri secara mandiri.
Renovasi kantor tersebut menelan biaya sekitar Rp700 juta yang bersumber dari bantuan pemerintah daerah sebesar Rp300 juta serta swadaya gerakan koperasi sekitar Rp300 juta lebih. “Sekarang pengurus merasa memiliki rumah bersama. Banyak yang datang ke kantor bukan karena kewajiban, tetapi karena merasa terpanggil untuk ikut membesarkan gerakan koperasi,” ujarnya.
Sekitar 800 Koperasi Aktif di Gianyar
Terkait kondisi koperasi secara umum, Lamun menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.300 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Gianyar. Dari jumlah tersebut, sekitar 800 koperasi masih aktif menjalankan kegiatan usaha.
“Kondisi koperasi secara umum berjalan baik. Yang penting sekarang bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan,” jelasnya. Ia mengakui masih ada koperasi yang belum disiplin menyampaikan laporan berkala, sehingga pendataan aset dan perkembangan koperasi belum sepenuhnya optimal.
Meski demikian, Lamun optimistis gerakan koperasi di Gianyar terus berkembang dan semakin kuat.
Ajak Koperasi Bersatu
Menutup keterangannya, Ketua Dekopinda Gianyar mengajak seluruh koperasi di Kabupaten Gianyar untuk bersatu dan aktif dalam kegiatan organisasi. “Saya mengajak seluruh gerakan koperasi di Gianyar agar tidak merasa kecil. Sekecil apa pun koperasi kita, kalau mau bergabung dan saling bertukar pikiran di Dekopinda, saya yakin akan semakin termotivasi untuk maju bersama. Mari menyatu di rumah besar kita, Dekopinda Gianyar,” pungkasnya.
(sumber: Tim Newsyess)
