Karangasem – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan penguatan tata kelola dan revitalisasi fungsi pengawasan pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Gulinten, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, pada 10 Agustus 2026. Kegiatan mengusung tema “Revitalisasi Fungsi Pengawasan LPD Gulinten Karangasem melalui Adaptasi Kerangka Kerja Forensic Accounting Internasional.”

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengurus dan badan pengawas LPD dalam membangun tata kelola yang semakin transparan, akuntabel, berintegritas, dan mampu melakukan deteksi dini terhadap risiko kecurangan (fraud).

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Anak Agung Bagus Amlayasa, S.E., M.Si. dengan melibatkan tim akademisi Universitas Warmadewa yang terdiri atas Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, S.H., M.Hum., Dr. Ni Nengah Seri Ekayani, S.E., M.Si., dan I Gusti Ngurah Sanjaya, S.E., M.Si., Ak.

Dimensi internasional dalam program ini diperkuat melalui keterlibatan Dr. Caetano C. Correia, Lic-Ec., M.Ak., CMA., C.FR., CIA dari Universidade da Paz (UNPAZ), Timor Leste. Dua mahasiswa Program Magister Akuntansi Universitas Warmadewa, Putu Ayu Desinta Maharani dan I Komang Sastra Adnyana, juga dilibatkan dalam kegiatan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran dan transfer pengetahuan kepada masyarakat.

Penguatan Tata Kelola dan Deteksi Dini Fraud

Materi kegiatan menitikberatkan pada penguatan tata kelola LPD melalui pembangunan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan krama desa adat. Pengurus dan pengawas diperkenalkan dengan pendekatan forensic accounting yang disederhanakan agar dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik operasional LPD.

Pendekatan tersebut mencakup peningkatan kemampuan mengenali berbagai red flags atau tanda-tanda awal penyimpangan, penguatan sistem pengendalian internal, verifikasi bukti transaksi, pengawasan penerimaan kas, serta pemahaman mengenai pentingnya mekanisme pelaporan pelanggaran atau whistleblowing system.

Melalui pendekatan tersebut, fungsi pengawasan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan administratif, tetapi berkembang menjadi sistem pengawasan yang lebih preventif, kritis, berbasis risiko, dan responsif terhadap potensi penyimpangan.

Penguatan fungsi pengawasan menjadi penting karena LPD merupakan lembaga ekonomi milik desa adat yang memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, keberlanjutan LPD sangat berkaitan dengan kemampuan lembaga dalam menjaga tata kelola, integritas pengelolaan keuangan, serta kepercayaan masyarakat.

Serahkan Dua Buku sebagai Bentuk Transfer Pengetahuan

Selain kegiatan edukasi dan pendampingan, Tim PKM Internasional Universitas Warmadewa juga menyerahkan dua buku referensi kepada mitra LPD Gulinten sebagai bentuk konkret transfer ilmu pengetahuan dan hilirisasi karya akademik.

Dua buku yang diserahkan adalah Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan di Indonesia dan Kinerja Profesional: Menggabungkan Psikologi, Etika, dan Budaya.

Buku Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan di Indonesia diharapkan menjadi salah satu referensi praktis bagi pengurus dan badan pengawas dalam memahami indikasi kecurangan, mengenali anomali, serta memperkuat kemampuan mendeteksi risiko penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

Sementara itu, buku Kinerja Profesional: Menggabungkan Psikologi, Etika, dan Budaya memperluas perspektif penguatan tata kelola melalui aspek perilaku manusia. Profesionalisme pengelola dan pengawas tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga memerlukan etika, integritas, motivasi, keberanian profesional, serta penguatan nilai-nilai budaya. Penyerahan kedua buku tersebut diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan karena dapat digunakan sebagai bahan bacaan dan referensi bagi pengurus maupun pengawas LPD setelah kegiatan PKM selesai dilaksanakan

Integrasikan Forensic Accounting dengan Nilai Lokal

Program PKM juga mendorong integrasi antara pendekatan forensic accounting dengan karakter kelembagaan LPD yang tumbuh dalam lingkungan desa adat Bali.

Dengan pendekatan tersebut, penguatan sistem pengawasan tidak dimaksudkan untuk menghilangkan nilai-nilai lokal, tetapi justru membangun tata kelola modern yang tetap berpijak pada integritas, tanggung jawab moral, kepercayaan, dan nilai budaya masyarakat desa adat.

Pelibatan mahasiswa Magister Akuntansi juga memberikan dimensi pembelajaran yang lebih aplikatif. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menerjemahkan konsep akuntansi, audit, tata kelola, dan deteksi kecurangan ke dalam penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, mitra masyarakat, mahasiswa, dan kolaborator internasional, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat LPD Gulinten menuju tata kelola yang semakin transparan, akuntabel, profesional, dan berkelanjutan.

Program tersebut sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memastikan bahwa pengetahuan dan hasil-hasil akademik tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat ditransformasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(M/Gumikbali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *