Catatan Kecil D. Wijaya

Terpilihnya kembali Bapak Tedy Alamsyah sebagai Ketua Umum DPP Perbarindo periode 2026–2030 dalam Munas XII yang diselenggarakan di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, pada 19-21 Oktober 2026 merupakan bentuk kepercayaan besar seluruh anggota terhadap kepemimpinan yang telah berjalan.

Kepercayaan untuk periode kedua tentu membawa ekspektasi yang lebih besar.

Industri BPR dan BPRS sedang berada dalam fase yang membutuhkan penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas tata kelola, transformasi digital, serta kebijakan regulasi yang proporsional dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing BPR.

Perbarindo ke depan diharapkan tidak hanya menjadi rumah besar bagi industri BPR dan BPRS, tetapi juga menjadi suara kolektif yang kuat, konstruktif, dan diperhitungkan dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

Keberhasilan kepemimpinan organisasi bukan hanya tentang seberapa besar organisasi berkembang, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh seluruh anggotanya.

Satu pemikiran yang ingin saya catat: sebagai bagian dari Pengurus DPD Perbarindo Bali, posisi strategis daerah Bali bukan sekadar mendukung kepemimpinan pusat. DPD juga perlu menjadi sumber gagasan, kritik konstruktif, dan aspirasi agar kebijakan organisasi benar-benar mencerminkan kondisi BPR-BPRS di daerah.

Munas XII ini dapat menjadi momentum untuk membangun Perbarindo yang lebih solid, lebih berani menyuarakan kepentingan industri, dan lebih nyata manfaatnya bagi anggota. Selamat bertugas kembali Bp Tedy Alamsyah, masa depan BPR ada ditangan Perbarindo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *