DENPASAR –Indeks literasi keuangan Bali mencapai 78,77 persen, di atas rata-rata nasional sebesar 69 persen. Sementara indeks inklusi keuangan mencapai 96,24 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 93,61 persen. Bali berhasil menempati posisi ketiga tertinggi secara nasional.

Meski demikian, capaian tersebut masih menyisakan tantangan, khususnya pada sektor perasuransian. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap asuransi belum sepenuhnya diikuti dengan pemanfaatan produk perlindungan tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Parjiman, dalam kegiatan Insurance Day 2026 yang berlangsung di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Sanur, Denpasar, Sabtu (7/11/2026).

Parjiman mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, masih ditemukan kesenjangan antara masyarakat yang telah memanfaatkan layanan keuangan dengan tingkat pemahaman mereka terhadap produk yang digunakan. Tidak sedikit masyarakat yang sudah menggunakan layanan jasa keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami fitur, manfaat, maupun risiko produk tersebut.

Khusus sektor asuransi, indeks literasi tercatat hampir 43 persen, sedangkan indeks inklusinya baru sekitar 29 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai asuransi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatan produk perlindungan.

“Walaupun angkanya sudah menggembirakan, namun tentunya ini menjadi PR bagi kita semuanya untuk bisa meningkatkan indeks inklusi tersebut,” ungkap Parjiman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku industri asuransi yang selama ini aktif melaksanakan kegiatan edukasi dan literasi keuangan. Apresiasi turut diberikan atas kolaborasi dengan berbagai pelaku industri jasa keuangan, termasuk Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo), dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bali, Yossi Maykel, mengakui bahwa pemahaman masyarakat terhadap asuransi masih perlu ditingkatkan. Salah satu tantangan yang dihadapi industri adalah persepsi masyarakat yang menganggap asuransi mahal, rumit, dan sulit dalam proses pengajuan klaim.

“pemahaman masyarakat mengenai asurani masih jauh dari ideal. Masih banyak masyarakat yang menganggap asuransi itu mahal, rumit, dan susah untuk klaim. Ini PR kita bersama,” ujar Yossi.

Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab melalui edukasi yang lebih intensif dan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Industri asuransi perlu terus membangun pemahaman dan kepercayaan, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal produk asuransi, tetapi juga memahami manfaat perlindungan serta ketentuan yang melekat di dalamnya.

Dalam rangka memperingati Hari Asuransi 2026, AAUI Bali melakukan kegiatan literasi asuransi bersama Perbarindo, salah satunya melalui edukasi dan bedah polis asuransi kebakaran. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap risiko kebakaran, baik terhadap tempat tinggal maupun aset usaha.

Kolaborasi dengan industri BPR dinilai strategis mengingat BPR memiliki kedekatan dengan masyarakat dan pelaku UMKM. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami cakupan perlindungan, manfaat, pengecualian dalam polis, serta prosedur pengajuan klaim asuransi kebakaran.

Mengusung semangat Resilience Spirit, kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketangguhan finansial masyarakat tidak hanya dibangun melalui kemampuan mengakses dan mengelola keuangan, tetapi juga melalui kesiapan menghadapi berbagai risiko kehidupan.

Selain kegiatan edukasi dan literasi asuransi, rangkaian Insurance Day 2026 juga diisi dengan kegiatan CSR, berbagai permainan (games), hiburan, senam, serta pembagian doorprize. Beragam kegiatan tersebut menambah semarak acara sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kolaborasi antar insan industri asuransi bersama masyarakat. (D.Wijaya/Gumikbali.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *